Kamis, 01 Mei 2014

Puisi



Dzikir Hujan

Beribu rintik air yang turun
dari atap bumi yang indah
Itulah dzikirku kepada-Mu
yang kian tak henti berlafadz
Sungguh ciptaan-Mu yang tak seorang pun
mampu menyamai
Ya, hanya air
Tapi bisa menjadi sumber kehidupan
Begitu pun muntahan cahaya yang hanya sekejap mata
Dan nada-nada yang begitu menggelegar
Namun terkadang menjadi petaka
Subhanallah...
Kau Maha Pencipta
Sungguh sempurna ciptaan-Mu

Puisi IBU

Untukmu Ibu

Kala kutermenung sendiri
Meratapi semua goresan luka yang telah aku ukir
Pada hati yang begitu putih
Pada seorang insan yang begitu tulus
Kertas putih kini telah menjadi kusam
Karena coretan-coretan  luka yang tak terhitung

Ibu oh ibu
Engkau adalah lentera yang menerangi aku saat aku dalam kegelapan
Tak terbayang
Jika di jagat ini tak ada makhluk sesuci dan setulus perangaimu
Teringat masa kecilku dulu
Enngkau selalu menyayangi merawat menjagaku
Tanpa kau mengenal lelah
Air matamu kau teteskan untuk harapan terbesarmu
Berharap dan berdo’a
Agar aku menjadi insan yang terpuji
dan tidak terjerumus dalam lembah kehinaan
Namun kini
Aku hanya bisa membuat air matamu semakin deras
Aku tak sanggup melihat kau menangis tersedu-sedu karena ulahku





Maafkan aku
Aku tak mampu menjadi bintang yang menyinari hatimu
Aku hanya menjadi benalu dalam hidupmu
Aku tak kuasa
Bila nanti kau melihatku gagal
Kau menangis untukku

Ibu
Bilalah semua lautan yang ada di jagat raya ini adalah kasih sayang yang kau berikan untukku
Aku hanyalan selembar daun yang mampu meneteskan satu tetesan embun untukmu
Terlampau sangat jauh vila dibandingkan dengan apa yang kau berikan padaku

Ya Rabb
Apalah yang dapat aku lakuakan
Selain aku bersimpuh dihadapan-Mu
Pasrah diatas sajdah cinta-Mu
Ampuni segala dosaku
Ampuni segala dosanya
Sayangi ibuku
Seperti dia menyayangi aku
Dan
Jadikanlah dia bidadari surga-Mu