Untukmu Ibu
Kala kutermenung sendiri
Meratapi semua goresan luka yang telah
aku ukir
Pada hati yang begitu putih
Pada seorang insan yang begitu tulus
Kertas putih kini telah menjadi kusam
Karena coretan-coretan luka yang tak terhitung
Ibu oh ibu
Engkau adalah lentera yang menerangi
aku saat aku dalam kegelapan
Tak terbayang
Jika di jagat ini tak ada makhluk
sesuci dan setulus perangaimu
Teringat masa kecilku dulu
Enngkau selalu menyayangi merawat
menjagaku
Tanpa kau mengenal lelah
Air matamu kau teteskan untuk harapan
terbesarmu
Berharap dan berdo’a
Agar aku menjadi insan yang terpuji
dan tidak terjerumus dalam lembah
kehinaan
Namun kini
Aku hanya bisa membuat air matamu
semakin deras
Aku tak sanggup melihat kau menangis
tersedu-sedu karena ulahku
Maafkan aku
Aku tak mampu menjadi bintang yang
menyinari hatimu
Aku hanya menjadi benalu dalam hidupmu
Aku tak kuasa
Bila nanti kau melihatku gagal
Kau menangis untukku
Ibu
Bilalah semua lautan yang ada di jagat
raya ini adalah kasih sayang yang kau berikan untukku
Aku hanyalan selembar daun yang mampu
meneteskan satu tetesan embun untukmu
Terlampau sangat jauh vila dibandingkan
dengan apa yang kau berikan padaku
Ya Rabb
Apalah yang dapat aku lakuakan
Selain aku bersimpuh dihadapan-Mu
Pasrah diatas sajdah cinta-Mu
Ampuni segala dosaku
Ampuni segala dosanya
Sayangi ibuku
Seperti dia menyayangi aku
Dan
Jadikanlah dia bidadari surga-Mu